WELCOME TO RESURRECTION SCREENPRINTING

Blog resurrection screenprinting akan membahas tentang apapun yang berkaitan tentang dunia sablon, mulai proses sablon, alat alat sablon beserta fungsinya dan bisa menjadi tempat belajar dan sharing bareng untuk pengalaman di dunia cetak saring.

Tutorial

Proses Sablon

Proses sablon manual step by step di workshop kami saya jelaskan secara singkat biar semua bisa mengikuti.

Read More

Campur Warna

Banyaknya permintaan dari customer membuat kita harus belajar mengulik warna dan mencari seperti yang mereka minta kadang kita harus mencampurnya juga, ini sangat penting di ketahui agar tidak menjadi miss saat medapat customer yang selektif.

Read More

Membersihkan Screen

Kali ini saya akan menjelaskan untuk proses pembersihan screen secara singkat di workshop kami agar mudah di pahami dan di ikuti.

Read More

Pisah Warna

Proses pisah warna adalah proses memisahkan objek desain berdasarkan warna. proses ini merupakan tahap awal untuk mencetak suatu objek desain grafis, sangat penting untuk pelaku sablon memahami dan belajar tentang proses ini, karena proses pisah warna di butuhkan untuk tahap awal cetak film afdruk.

Read More

Recent Work

12 Oktober 2021

RAK SCREEN

 RAK SCREEN


rak screen

Rak screen merupakan tempat untuk menyimpan screen, biasanya di gunakan juga untuk tempat pengeringan screen setelah proses pencucian. jika kita memiliki rak khusus screen ini space workshop kita menjadi lebih rapi dan screen aman dari hal hal yang kita tidak inginkan, misalnya screen terjatuh akibat tersenggol, screen bisa robek karena ulah hewan atau tidak kesengajaan kita sendiri.

Rak screen sangat di butuhkan atau tidak?

Di bilang butuh ya pasti kita membutuhkan, kalo di bilang kurang membutuhkan juga tinggal di lihat dari keadaan dan situasi workshopnya. jika kita mempunyai tempat dengan ruang kerja yang minim maka kita sangat perlu mempunyai rak screen ini, karena kita sebagai pelaku sablon tidak mungkin hanya mempunyai screen hanya 1 atau 2 saja. minim pasti mempunyai 15 atau lebih yang ada di workhsop kalian semua. jadi sangat memudahkan kita menata dan memudahkan juga saat kita proses sablon.

11 Oktober 2021

PANDUAN CAMPURAN WARNA

 PANDUAN CAMPURAN WARNA


Banyaknya permintaan dari customer membuat kita harus belajar mengulik warna dan mencari seperti yang mereka minta kadang kita harus mencampurnya juga, ini sangat penting di ketahui agar tidak menjadi miss saat medapat customer yang selektif.


Pada kesempatan kali ini saya akan membahas dasar untuk pencampuran warna. pada dasarnya warna mempunya 3 jenis. yaitu:

campur warna

Warna Netral

Hitam dan Putih pada dasarnya warna netral di gunakan untuk campuran membuat warna cenderung gelap dan terang.


Warna Primer

Warna primer merupakan warna dasar Merah, Kuning dan Biru, dari panduan warna primer ini kita bisa menghasilkan berbagai macam warna dengan mencampurnya.


Warna Sekunder

Warna sekunder merupakan hasil dari warna primer seperti warna Orange, Hijau dan Ungu.
Berikut beberapa rumus campuran warna sekunder:

Merah - Biru = Ungu 
Biru - Kuning = Hijau 
Merah - Kuning = Orange

Warna Tersier

Warna tersier merupakan hasil dari warna sekunder seperti Cyan, Magenta dan Tosca.
Berikut beberapa rumus campuran warna sekunder:

Merah - Hijau = Cokelat. 
Merah - Cokelat = Maroon.
Merah - Cyan = Magenta. 
Kuning - hijau = Kuning Lemon. 
Putih - Cokelat - Hitam = Sand. 
Merah Muda - Jingga = Peach. 
Ungu - Biru = Dongker.
Biru - Hijau = Tosca 
Cokelat - Putih = Cokelat Susu 
Kuning - Cokelat = Tan 
Kuning - Cokelat - Merah = British Tan 
Cokelat - Putih - Kuning = Cokelat Muda 
Cokelat - Kuning - Merah = Saddle Brown 
Putih - Kuning - Cokelat = Cream 
Putih - Hijau - Biru = Turquoise 
Putih - Cokelat = Broken White 
Merah Muda - Putih - Cokelat = Dusty 
Hitam - Putih = Charcoal 
Jingga - Cokelat = Terakota 
Putih - Biru - Kuning = Icy Blue 
Kuning - Cokelat = Kuning Mustard 
Hijau - Kuning - Putih = Lime Green 
Kuning - Hijau - Cokelat = Olive

Demikin penjelasan dari kami semoga bermanfaat.



CARA GESUT SABLON

 CARA GESUT SABLON


Kali ini saya akan menjelaskan cara gesut sablon yang biasa di terapkan pada studio kami, mungkin cara gesut tiap  operator sablon berbeda biasanya sejak awal belajar  dengan cara seperti apa lalu di terapkan pada saat menyablon dan menjadi kebiasaan atau perbedaan media yang akan di gunakan juga bisa mempengaruhi.


Perlu kita ketahui teknik gesut mempunyai 2 cara gesut tarik dan gesut dorong. perbedaan di antara keduanyapun hampir sama akan tetapi kita harus memperhatikan media yang akan kita pakai cocok menggunakan teknik yang mana.


Di studio kami menggunakan 3 jenis meja:

  • meja rell
  • meja thailand (doubble pin)
  • meja single portable

Saat menggunakan meja rell atau menggunakan meja thailand (doubble pin) saya menggunakan teknik dorong dan menggunakan rakel jenis papak/kotak, mengapa saya menggunakan teknik dorong? menurut saya lebih terasa handfeelnya dan tidak terasa berat saat menggesut. dan kita menggunakan teknik tarik hanya untuk menutup permukaan media cetak dengan tekanan ringan. 

Dan saat saya menggunakan meja single portable  saya lebih nyaman menggunakan teknik tarik  karena menggunakan rakel lancip, soalnya meja ini hanya saya pergunakan untuk memproduksi sovenir. Baca juga

Mengapa berbeda teknik? apa saja faktornya?

Rakel
rakel mempunyai 2 jenis yang sering di gunakan yaitu rakel papak (kotak) dan rakel lancip, rakel kotak mempunya hasil yang tipis dan detail, sedangkan rakel lancip lebih solid hasilnya. Baca juga

Screen
Gunakan screen yang sesuai dengan media yang akan kita proses, kalo desain blok kita bisa menggunakan T77 dan bila kita menggunakan teknik ruster gunakan screen T120. Baca juga

Pasta Sablon 
Perhatikan kekentalan tinta yang akan kita gunakan agar tidak terjadi melebernya tinta pada media gesut kita. Baca juga

Off Kontak
Pemberian off kontak perlu juga agar tidak terjadi miss saat screen di angkat yang dan hasil jadi lebih rapi.

gesut sablon

Setelah memahami beberapa faktor di atas kita tinggal memperhatikan tekanan dan tingkat kemiringan rakel saat menyablon. Untuk menemukan tekanan yang pas sebaiknya kita melakukan profing terlebih dahulu agar menemukan handfeel dan kemudahan saat proses sablon dengan hasil yang di inginkan. Untuk tingkat kemiringan rakel sebaiknya di kisaran 80 - 70derajat dan jangan terlalu landai agar tidak terjadi over dan menimbulkan mbleber.




FUNGSI DAN JENIS RAKEL

 FUNGSI DAN JENIS RAKEL 


Rakel merupakan alat bantu gesut yang sangat penting yang dipakai untuk mendorong atau menekan tinta sablon dari kain screen supaya nantinya bisa menempel pada media yang disablon misalkan kain, plastik atau kertas. Alat ini terdiri dari dua bagian yaitu bagian yang biasanya terbuat dari kayu atau aluminium dan bagian yang lebih lunak untuk menekan screen yang biasanya terbuat dari bahan karet. Baca juga

rakel sablon

Dalam proses sablon ada beberapa jenis rakel yang bisa digunakan. Masing-masing jenis memiliki bentuk yang berbeda-beda sesuai dengan fungsinya.


  • Rakel Lancip  
Jenis rakel ini adalah rakel yang berbentuk lancip. Raket jenis ini memiliki dua sisi miring yang simetris bagian ujung yang tajam atau lancip. Fungsi dari bentuk rakel yang Lancip ini ditujukan supaya tinta yang nantinya ditekan bisa menghasilkan gambar yang detail dan jelas. Contohnya digunakan untuk membuat sablon foto orang dengan format raster.

  • Rakel Lancip Ujung Datar 
Jenis rakel yang kedua adalah rakel Lancip namun dengan ujung yang datar. Bagian datar ditujukan untuk membuat tinta yang ditekan bisa lebih lebar dan lebih banyak. Kebanyakan rakel jenis ini digunakan untuk membuat sablon pada kain parasut atau keramik. Namun meski begitu rakyat ini masih memungkinkan untuk juga digunakan dalam proses produksi tekstil.

  • Rakel Kotak (Papak)
Seperti namanya sakel jenis ini memiliki bentuk yang benar-benar kota dengan masing-masing sudutnya sebesar 90 derajat. Jenis ini biasa digunakan untuk membuat sablon di atas kertas yang memiliki permukaan kasar atau bahan tekstil. Ini juga sering digunakan untuk membuat sablon pada permukaan plastik yang membutuhkan kualitas gambar yang lebih tajam.

karet rakel
  • Rakel Miring 
Jenis ini juga memiliki permukaan yang miring seperti raket Lancip namun bedanya pada raket jenis ini satu permukaan saja yang miring. Raket jenis ini lebih banyak dipakai untuk mesin sablon. Secara umum hasil yang didapatkan hampir sama dengan rakel lancip.

  • Rakel Bulat 
Seperti namanya raket ini memiliki bentuk ujung yang bulat. Desain yang seperti itu sengaja dibuat supaya rakel mampu menyapu tinta dalam jumlah yang banyak dan tebal. Kebanyakan rakel jenis ini dipakai untuk sablon dengan tinta yang memiliki warna kontras atau menyala.

  • Rakel Tumpul
Sekilas ini mirip dengan kotak. Hanya saja pada kedua ujung sikunya berbentuk tumpul. Sudut yang tumpul tersebut jadi buat supaya rakel nyaman untuk digunakan menyablon pada permukaan seperti bahan kaos, selimut dan handuk. Karena dengan desain yang seperti itu trakea mampu menyapu tinta dalam jumlah yang cukup banyak.

Itulah tadi pembahasan tentang jenis-jenis rakel yang digunakan dalam proses sablon. Setelah anda memahaminya, tidak sulit lagi untuk memilih rakel mana yang cocok untuk digunakan dalam proses produksi di bisnis konveksi anda. Semoga bermanfaat

10 Oktober 2021

SABLON TRANSFER PAPER

 SABLON TRANSFER PAPER


Teknis sablon transfer papper merupakan teknik sablon yang di aplikasikan pada media cetak kertas transfer menggunakan print dengan tinta khusus dan di rekatkan menggunakan mesin press. Jadi untuk jenis ini berbeda dengan teknis sablon DTG yang langsung di aplikasikan pada media kain.

Baca juga: mesin press
Baca juga: DTG

tranasfer paper

Transfer Paper Sublimasi

metode sablon jenis ini kita dapat mencetak dengan desain fullcolor, metode pengoperasiannya pun juga sangat mudah, dan jika di produksi masal proses ini tidak memakan waktu yang lama, biasanya jenis transfer paper ini di gunakan untuk jenis kaos berbahan TC polyester berwarna terang, dan untuk sovenir  bisa di gunakan untuk media mug, lanyard, masker scuba, pin, dan gantungan kunci.


Transfer Paper 3G Opaque

metode sablon jenis ini kurang lebih hampir sama dengan teknik sublimasi hanya perbadaannya terdapat pada bahan kaos terang dan gelap, untuk ketahanan  aman terhadap mesin cuci dan tidak mudah luntur. media yang di gunakan seperti bahan kain taplak, topi, buff, apron, dll. pada media bertekstur jenis sablon ini dapat menyatu maksimal dengan daya rekat yang kuat. tetapi jenis sablon ini kurang cocok untuk desain bergradasi.


Transfer Paper Forever RTEZ

Metode sablon jenis ini sudah memiliki fitur cutting jadi kita tidak perlu memotong desain untuk pengaplikasiannya dan memiliki tekstur hasil cetak yang halus serta daya rekat yang kuat, tetapi untuk bahan jenis sablon ini harus memiliki daya tahan terhadap panas.


08 Oktober 2021

SABLON DTF

 SABLON DTF


Sablon Digital Transfer Film atau biasa di sebut sablon DTF, jenis sablon ini menggunakan tinta yang di cetak pada lembar film dan di beri lem bubuk sebagai perekat pada media kaos dengan di press di suhu tertentu bertujuan agar mempunya daya rekat sempurna.

sablon dtf

Teknik sablon jenis ini di peruntungkan untuk jenis sablon satuan, bila pesanan banyak sablon DTF sangat membantu untuk desain yang kecil kecil seperti logo yang bermain warna yang penempatannya pada lengan, bagian bawah kerah belakang, dan bagian depan dada.


Hasil dari DTF itu sendiri hampir menyerupai tekstur sablon plastisol menurut saya, tidak mudah retak, warna yang di hasilkan solid, mempunyai daya rekat yang kuat dan harga yang terjangkau menjadi kelebihan untuk jenis sablon ini.


Saran saja untuk perawatan jenis sablon ini agar tidak di setrika secara langsung tetapi di balik agar tidak merusak bagian cetak.

SABLON DTG

 SABLON DTG


Sablon Direct To Garment atau biasa di sebut sablon DTG, jenis sablon ini mengandalkan mesin, kita cukup menjadi operator dalam pengoprasiannya, dan tentunya mempermudah kinerja kita. Hasil yang di hasilkan pun cukup bagus dan mempunyai tekstur yang halus, untuk warna yang di hasilkan lebih matang menggunakan  jenis sablon ini, sablon DTG ini support untuk bahan cotton combed, bamboo dan reactive yang mempunya tekstur kain yang halus dan rata. kurang lebih model pengerjaannya hampir sama seperti printer cuma bedanya pada tinta dan media cetaknya yang berupa kaos.

sablon dtg

Segi Perawatan

Untuk perawatan mesin kita harus memproduksi minimal 1 kaos tiap harinya agar tidak menyebabkan mampet pada saluran tintanya. karena jenis mesin ini rawan rusak dan bilapun terjadi kerusakan kita perlu mengeluarkan biaya yang besar. 


Segi Produksi

Sablon jenis DTG ini saya sarankan untuk proses sablon satuan, karena jenis sablon ini kita tidak perlu repot repot bila ada pesanan yang mempunya desain full color.

Bila pesanan dalam jumlah banyak dan media cetak yang cukup besar biasanya saya tetap memakai teknik manual, yang pertama di lihat dari segi harga dan efisiensi proses pengerjaan, karena bila kita menggunakan jenis sablon DTG untuk jumlah dan area cetak yang besar, maka pengeluaran kita juga semakin besar.


Segi Ketahanan Produk

Menurut saya hasil keawetan produk masih kurang, karena ketahanan sablon masih kalah dengan hasil dari sablon manual, jenis sablon DTG bila di cuci menggunakan mesin cuci beberapa kali saja pasti sudah terlihat ada bagian bagian yang rontok.

SOLUSI SABLON RUBBER TIDAK MUDAH MAMPET

 SOLUSI SABLON RUBBER TIDAK MUDAH MAMPET


Pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan agar rubber tidak mudah mampet, karena bisa sangat menghambat pekerjaan anda, kadang juga kalo sering di cuci afdruk film bisa rusak akibat terkena gosokan saat anda membersihkan screen. dan harus membuang buang waktu untuk menunggu kering.

sablon

Perlu di pahami terlebih dahulu bahwa sablon rubber merupakan  sablon yang berbasis air, jadi kita harus menjaga kelembapan pasta sablon agar tidak mengering.

Baca juga: jenis jenis sablon

Apa yang perlu anda tindak jika terjadi mampet? berikut ada beberapa tips yang biasa di lakukan workshop kami dan semoga bisa di aplikasikan di workshop anda.


  • Gunakan screen yang sesuai untuk jenis sablon yang akan di gunakan, untuk rubber biasa kita memakai screen T77 dan T61. Baca juga: jenis screen

  • Beri off  kontak pada screen, agar terdapat renggang jarak antara media screen ke permukaan media kaos, bertujuan agar tidak lengket saat mengangkat screen setelah proses gesut, biasanya di workshop kami menggunakan koin 500an yang di tempet ke 4 sisi samping desain pada kayu screen bagian depan.

  • Perhatikan kekentalan pasta sablon, karena bila sudah mengental akan berat saat menggesut dan bisa mengakibatkan pasta sablon menyumbat pada pori pori screen. bila terjadi pngentalan anda bisa mencampurkan binder pada pasta sablon sebelum masuk proses penggesutan.

  • sablon manual
    Menggunakan teknik FLOOD, setelah memahami semua penjelasan di atas, anda bisa memakai teknik ini tapi harus memperhatikan tekanan gesutan agar tidak meluber, teknik FLOOD itu sendiri merupakan teknik yang menggunakan banyak pasta sablon agar menjaga kelembapannya. dengan menutupi seluruh permukaan cetak akan mengurangi intensitas kering.

  • Menggunakan teknik semprot, pada teknik ini kita memahami bahwa rubber itu berbasis air, jadi jangan takut takut untuk mecapurkan air dengan intensitas yang di perlukan, setelah kita melakukan beberapa kali penggesutan saat  proses penutupan pasta sablon ke permukaan media cetak, kita bisa menyemprotnya dengan air menggunakan nozzle yang paling halus, agar tidak over dan menyebar rata di atas permukaan pasta sablon, lalu menggesut seperti biasa.
Oiya untuk pasta rubber di workshop kami menggunakan pasta rubber merek matsui.
Sekian penjelasan dari kami semoga bermanfaat.



07 Oktober 2021

FUNGSI STOPER DALAM DUNIA SABLON

 FUNGSI STOPER DALAM DUNIA SABLON


Stopper adalah patokan yang membuat posisi sablon menjadi presisi dan memudahkan kita untuk mengatur sablon sparasi, setiap jenis meja memiliki stopper sendiri sendiri begitu pula stopper yang ada pada screen, jadi kita wajib tau stoper seperti apa yang akan di gunakan untuk media meja atau screen kita.


stopper sablon

jenis jenis stopper:


Stopper letter L

Stopper jenis L dapat digunakan pada meja rell dan juga untuk papan banting, jenis stopper ini juga harus di lengkapi dengan baut tanam sisi kanan dan kirinya pada screen.


Stopper letter T

Stoper jenis T dapat digunakan pada meja rell dan juga untuk papan banting yanga memiliki stopper meja berbentuk oval, jenis stopper ini juga harus di lengkapi dengan baut tanam sisi kanan dan kirinya pada screen.


Stopper letter  U dan O

Stoper jenis ini di peruntungkan pada meja jenis doubble pin atau sering juga di sebut meja thailand. bila menggunakan stopper jenis ini kita tidak memerlukan lagi baut tanam di sisi kanan dan kirinya, hanya setting stopper di sisi atas dan bawahnya sudah cukup.


Kalo di workshop kami menggunakan stopper jenis letter L dan jenis letter U O, karena kami memiliki 2 jenis meja yang kita pakai jenis meja rell dan meja doubble pin. dan menurut saya kombinasi yang paling nyaman saat proses sablon itu menggunakan meja doubble pin dengan setinggan stopper U dan O, karena kita tidak perlu repot untuk menahan atau pun memegangi screen jadi handfeel kita saat menggesut lebih nyaman. Baca juga: jenis meja sablon

Our Blog

40 progress
30 progress
60 Customers

Our Intro

Antonius Onni Ardianto
OWNER
Resurrection Scp
WORKSHOP
Studio
FLAGSHIP WORKSHOP
Arsip
PORTOFOLIO

Contact

Talk to us

Alamat:

Jl. Lambangsari B7/5-7 perumnas sogaten, MADIUN

Jam Kerja:

Senin - Jumat dari 09.00 - 16.00

Whatsapp:

0878 1723 2699

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

SABLON PLASCHARGE

 SABLON PLASCHARGE Sablon plascharge merupakan singkatan dari plastisol discharge. Pasta sablon ini berbasis minyak (oil base) dan biasa di ...