Blog resurrection screenprinting akan membahas tentang dunia sablon, mulai proses sablon, alat alat sablon, fungsi dan kegunannya.
Tampilkan postingan dengan label sablon. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sablon. Tampilkan semua postingan
19 Oktober 2021
SABLON PLASCHARGE
Sablon plascharge merupakan singkatan dari plastisol discharge. Pasta sablon ini berbasis minyak (oil base) dan biasa di kenal sebagai sablon cabut warna. sablon ini memiliki metode yang sama dengan discharge pada umumnya, namun bedanya discharge itu berbasis air (waterbase).
Jenis sablon ini mempunyai kenggulan pasta sablon yang meresap sempurna ke kain, jadi hasil sablon plascharge itu memiliki mekanisme mengubah warna kain bukan menempel pada permukaan kain yang membuat kesan timbul.
Perlu kita pahami sebelumnya, sablon plascharge tidak bisa di gunakan untuk semua jenis kain. kadang jika menggunakan bahan yang tidak support dengan jenis pasta sablon ini membuat hasil tidak maksimal. Gunakan bahan 100% cotton agar hasil maksimal, biasanya saya menggunakan bahan jenis reactive yang memang di peruntungkan untuk sablon plascharge dan sablon plascharge ini aman untuk di setrika berbeda dengan plastisol yang mempunya teksture karet yang tidak tahan panas.
Untuk proses pencampuran biasanya saya memakai 70% plascharge addictive 25% plastisol warna dan 5% odorless.
Jadi sablon ini bisa menjadi pilihan selain memakai rubber dan plastisol. Baca juga
Semoga bermanfaat.
16 Oktober 2021
SABLON STICKER MANUAL
Di era digital seperti sekarang ini pamor sticker manual tetap menjadi primadona, karena tingkat ke awetan sticker manual masih lebih unggul di bandingkan cetak sticker secara printing. memang kelebihan hasil print lebih cepat, tentunya lebih murah dan sangat meringankan pekerjaan kita, akan tetapi hasil print mudah rusak, sedangkan hasil sablon manual dapat bertahan jangka panjang meskipun dalam keadaan outdoor, seperti terkena panas terik, terkena hujan ataupun terkena gesekan tangan sablon manual tetap tahan.
Proses sablon sticker kurang lebih sama dengan sablon kaos, yang membedakan hanya media yang di gunakan, seperti obat afdruk, tinta, dan meja yang menggunakan dasar kaca agar memudahkan kita saat mengatur posisi media cetaknya dengan bantuan lampu dari bawah meja sebagai penerangannya. Baca juga
Sablon jenis ini biasanya dapat untuk mencetak vinyl, kertas, kalender, mika dan sovenir lainnya. untuk tinta jenis ini menggunakan campuran m3 sebagai pengencernya, dan jenis tinta untuk sablon ini mudah kering jadi tidak perlu waktu lama untuk proses pengeringannya.
CARA MENGHITUNG QUANTITY KAIN
Kadang kita bingung saat akan membeli kain yang akan di butuhkan untuk proses produksi. untuk pemula biasanya masih belum mengerti akan hal ini, maka dalam artikel ini saya akan menjelaskan agar kalian mengerti berapa jumlah kain yang akan kalian beli berdasarkan hitungan dasar yang biasa kami gunakan.
Di workshop resurrection screen printing biasa menghitung untuk jumlah 1kg kain itu menjadi 4pcs kaos, mengapa hanya 4 kaos? jumlah yang saya hitung berdasarkan kaos size xl lengan pendek, karena kita belum dapat memastikan size apa saja yang akan masuk list order untuk produksi. jika untuk size m 1 kg bisa jadi 5pcs, dari maka itu kita ambil hitungan amannya. Lebih baik lebih dari pada kurang, karena beda slot kain kadang geseh warna maka dari itu kita menyiasati dengan cara seperti ini.
3 Faktor yang mempengaruhi hitungan jumlah kaos, yaitu
-Ukuran kaos
-Ketebalan kain
-Pola potong
-Ukuran kaos
-Ketebalan kain
-Pola potong
Jika kalian menggunakan kain yang tebal seperti 20s dan 24s kain yang kita dapatpun juga lebih sedikit di banding dengan bahan 30s yang cenderung lebih tipis, karena kain menggunakan hitungan kg jadi di hitung berdasarkan berat. Perhatikan juga setting kain yang akan kalian beli, biasanya saya menggunakan setting lebar 42. Baca juga
12 Oktober 2021
BOX SEMPROT AFDRUK
Box semprot merupakan tempat untuk menyemprot screen yang sudah di afdruk, box ini sangat berguna sekali saat kita menyemprot film afdruk dengan desain raster atau spot color yang membutuhkan detail gambar yang sangat tinggi maka cetakan yang ada pada screenpun mempunyai doting yang sangat halus. maka penerangan pada box ini sangat membantu kita dalam penyemprotan detail detail kecil. Baca juga
Dan box ini berguna juga saat melihat hasil film, jadi kita dapat dengan mudah menutup bagian yang tembus cahaya agar saat proses sablon tidak ada cet yang turun selain pada media cetak.
11 Oktober 2021
PANDUAN CAMPURAN WARNA
Banyaknya permintaan dari customer membuat kita harus belajar mengulik warna dan mencari seperti yang mereka minta kadang kita harus mencampurnya juga, ini sangat penting di ketahui agar tidak menjadi miss saat medapat customer yang selektif.
Pada kesempatan kali ini saya akan membahas dasar untuk pencampuran warna. pada dasarnya warna mempunya 3 jenis. yaitu:
Warna Netral
Hitam dan Putih pada dasarnya warna netral di gunakan untuk campuran membuat warna cenderung gelap dan terang.
Warna Primer
Warna primer merupakan warna dasar Merah, Kuning dan Biru, dari panduan warna primer ini kita bisa menghasilkan berbagai macam warna dengan mencampurnya.
Warna Sekunder
Warna sekunder merupakan hasil dari warna primer seperti warna Orange, Hijau dan Ungu.
Berikut beberapa rumus campuran warna sekunder:
Berikut beberapa rumus campuran warna sekunder:
Merah - Biru = Ungu
Biru - Kuning = Hijau
Biru - Kuning = Hijau
Merah - Kuning = Orange
Warna Tersier
Warna tersier merupakan hasil dari warna sekunder seperti Cyan, Magenta dan Tosca.
Berikut beberapa rumus campuran warna sekunder:
Berikut beberapa rumus campuran warna sekunder:
Merah - Hijau = Cokelat.
Merah - Cokelat = Maroon.
Merah - Cyan = Magenta.
Kuning - hijau = Kuning Lemon.
Putih - Cokelat - Hitam = Sand.
Merah Muda - Jingga = Peach.
Ungu - Biru = Dongker.
Biru - Hijau = Tosca
Cokelat - Putih = Cokelat Susu
Kuning - Cokelat = Tan
Kuning - Cokelat - Merah = British Tan
Cokelat - Putih - Kuning = Cokelat Muda
Cokelat - Kuning - Merah = Saddle Brown
Putih - Kuning - Cokelat = Cream
Putih - Hijau - Biru = Turquoise
Putih - Cokelat = Broken White
Merah Muda - Putih - Cokelat = Dusty
Hitam - Putih = Charcoal
Jingga - Cokelat = Terakota
Putih - Biru - Kuning = Icy Blue
Kuning - Cokelat = Kuning Mustard
Hijau - Kuning - Putih = Lime Green
Kuning - Hijau - Cokelat = Olive
Merah - Cokelat = Maroon.
Merah - Cyan = Magenta.
Kuning - hijau = Kuning Lemon.
Putih - Cokelat - Hitam = Sand.
Merah Muda - Jingga = Peach.
Ungu - Biru = Dongker.
Biru - Hijau = Tosca
Cokelat - Putih = Cokelat Susu
Kuning - Cokelat = Tan
Kuning - Cokelat - Merah = British Tan
Cokelat - Putih - Kuning = Cokelat Muda
Cokelat - Kuning - Merah = Saddle Brown
Putih - Kuning - Cokelat = Cream
Putih - Hijau - Biru = Turquoise
Putih - Cokelat = Broken White
Merah Muda - Putih - Cokelat = Dusty
Hitam - Putih = Charcoal
Jingga - Cokelat = Terakota
Putih - Biru - Kuning = Icy Blue
Kuning - Cokelat = Kuning Mustard
Hijau - Kuning - Putih = Lime Green
Kuning - Hijau - Cokelat = Olive
Demikin penjelasan dari kami semoga bermanfaat.
FUNGSI DAN JENIS RAKEL
Rakel merupakan alat bantu gesut yang sangat penting yang dipakai untuk mendorong atau menekan tinta sablon dari kain screen supaya nantinya bisa menempel pada media yang disablon misalkan kain, plastik atau kertas. Alat ini terdiri dari dua bagian yaitu bagian yang biasanya terbuat dari kayu atau aluminium dan bagian yang lebih lunak untuk menekan screen yang biasanya terbuat dari bahan karet. Baca juga
Dalam proses sablon ada beberapa jenis rakel yang bisa digunakan. Masing-masing jenis memiliki bentuk yang berbeda-beda sesuai dengan fungsinya.
- Rakel Lancip
Jenis rakel ini adalah rakel yang berbentuk lancip. Raket jenis ini memiliki dua sisi miring yang simetris bagian ujung yang tajam atau lancip. Fungsi dari bentuk rakel yang Lancip ini ditujukan supaya tinta yang nantinya ditekan bisa menghasilkan gambar yang detail dan jelas. Contohnya digunakan untuk membuat sablon foto orang dengan format raster.
- Rakel Lancip Ujung Datar
Jenis rakel yang kedua adalah rakel Lancip namun dengan ujung yang datar. Bagian datar ditujukan untuk membuat tinta yang ditekan bisa lebih lebar dan lebih banyak. Kebanyakan rakel jenis ini digunakan untuk membuat sablon pada kain parasut atau keramik. Namun meski begitu rakyat ini masih memungkinkan untuk juga digunakan dalam proses produksi tekstil.
- Rakel Kotak (Papak)
Seperti namanya sakel jenis ini memiliki bentuk yang benar-benar kota dengan masing-masing sudutnya sebesar 90 derajat. Jenis ini biasa digunakan untuk membuat sablon di atas kertas yang memiliki permukaan kasar atau bahan tekstil. Ini juga sering digunakan untuk membuat sablon pada permukaan plastik yang membutuhkan kualitas gambar yang lebih tajam.
- Rakel Miring
Jenis ini juga memiliki permukaan yang miring seperti raket Lancip namun bedanya pada raket jenis ini satu permukaan saja yang miring. Raket jenis ini lebih banyak dipakai untuk mesin sablon. Secara umum hasil yang didapatkan hampir sama dengan rakel lancip.
- Rakel Bulat
Seperti namanya raket ini memiliki bentuk ujung yang bulat. Desain yang seperti itu sengaja dibuat supaya rakel mampu menyapu tinta dalam jumlah yang banyak dan tebal. Kebanyakan rakel jenis ini dipakai untuk sablon dengan tinta yang memiliki warna kontras atau menyala.
- Rakel Tumpul
Sekilas ini mirip dengan kotak. Hanya saja pada kedua ujung sikunya berbentuk tumpul. Sudut yang tumpul tersebut jadi buat supaya rakel nyaman untuk digunakan menyablon pada permukaan seperti bahan kaos, selimut dan handuk. Karena dengan desain yang seperti itu trakea mampu menyapu tinta dalam jumlah yang cukup banyak.
Itulah tadi pembahasan tentang jenis-jenis rakel yang digunakan dalam proses sablon. Setelah anda memahaminya, tidak sulit lagi untuk memilih rakel mana yang cocok untuk digunakan dalam proses produksi di bisnis konveksi anda. Semoga bermanfaat
10 Oktober 2021
SABLON TRANSFER PAPER
Teknis sablon transfer papper merupakan teknik sablon yang di aplikasikan pada media cetak kertas transfer menggunakan print dengan tinta khusus dan di rekatkan menggunakan mesin press. Jadi untuk jenis ini berbeda dengan teknis sablon DTG yang langsung di aplikasikan pada media kain.
Baca juga: mesin press
Baca juga: DTG
Baca juga: DTG
Transfer Paper Sublimasi
metode sablon jenis ini kita dapat mencetak dengan desain fullcolor, metode pengoperasiannya pun juga sangat mudah, dan jika di produksi masal proses ini tidak memakan waktu yang lama, biasanya jenis transfer paper ini di gunakan untuk jenis kaos berbahan TC polyester berwarna terang, dan untuk sovenir bisa di gunakan untuk media mug, lanyard, masker scuba, pin, dan gantungan kunci.
Transfer Paper 3G Opaque
metode sablon jenis ini kurang lebih hampir sama dengan teknik sublimasi hanya perbadaannya terdapat pada bahan kaos terang dan gelap, untuk ketahanan aman terhadap mesin cuci dan tidak mudah luntur. media yang di gunakan seperti bahan kain taplak, topi, buff, apron, dll. pada media bertekstur jenis sablon ini dapat menyatu maksimal dengan daya rekat yang kuat. tetapi jenis sablon ini kurang cocok untuk desain bergradasi.
Transfer Paper Forever RTEZ
Metode sablon jenis ini sudah memiliki fitur cutting jadi kita tidak perlu memotong desain untuk pengaplikasiannya dan memiliki tekstur hasil cetak yang halus serta daya rekat yang kuat, tetapi untuk bahan jenis sablon ini harus memiliki daya tahan terhadap panas.
08 Oktober 2021
SABLON DTF
Sablon Digital Transfer Film atau biasa di sebut sablon DTF, jenis sablon ini menggunakan tinta yang di cetak pada lembar film dan di beri lem bubuk sebagai perekat pada media kaos dengan di press di suhu tertentu bertujuan agar mempunya daya rekat sempurna.
Teknik sablon jenis ini di peruntungkan untuk jenis sablon satuan, bila pesanan banyak sablon DTF sangat membantu untuk desain yang kecil kecil seperti logo yang bermain warna yang penempatannya pada lengan, bagian bawah kerah belakang, dan bagian depan dada.
Hasil dari DTF itu sendiri hampir menyerupai tekstur sablon plastisol menurut saya, tidak mudah retak, warna yang di hasilkan solid, mempunyai daya rekat yang kuat dan harga yang terjangkau menjadi kelebihan untuk jenis sablon ini.
Saran saja untuk perawatan jenis sablon ini agar tidak di setrika secara langsung tetapi di balik agar tidak merusak bagian cetak.
SABLON DTG
Sablon Direct To Garment atau biasa di sebut sablon DTG, jenis sablon ini mengandalkan mesin, kita cukup menjadi operator dalam pengoprasiannya, dan tentunya mempermudah kinerja kita. Hasil yang di hasilkan pun cukup bagus dan mempunyai tekstur yang halus, untuk warna yang di hasilkan lebih matang menggunakan jenis sablon ini, sablon DTG ini support untuk bahan cotton combed, bamboo dan reactive yang mempunya tekstur kain yang halus dan rata. kurang lebih model pengerjaannya hampir sama seperti printer cuma bedanya pada tinta dan media cetaknya yang berupa kaos.
Segi Perawatan
Untuk perawatan mesin kita harus memproduksi minimal 1 kaos tiap harinya agar tidak menyebabkan mampet pada saluran tintanya. karena jenis mesin ini rawan rusak dan bilapun terjadi kerusakan kita perlu mengeluarkan biaya yang besar.
Segi Produksi
Sablon jenis DTG ini saya sarankan untuk proses sablon satuan, karena jenis sablon ini kita tidak perlu repot repot bila ada pesanan yang mempunya desain full color.
Bila pesanan dalam jumlah banyak dan media cetak yang cukup besar biasanya saya tetap memakai teknik manual, yang pertama di lihat dari segi harga dan efisiensi proses pengerjaan, karena bila kita menggunakan jenis sablon DTG untuk jumlah dan area cetak yang besar, maka pengeluaran kita juga semakin besar.
Segi Ketahanan Produk
Menurut saya hasil keawetan produk masih kurang, karena ketahanan sablon masih kalah dengan hasil dari sablon manual, jenis sablon DTG bila di cuci menggunakan mesin cuci beberapa kali saja pasti sudah terlihat ada bagian bagian yang rontok.
SOLUSI SABLON RUBBER TIDAK MUDAH MAMPET
Pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan agar rubber tidak mudah mampet, karena bisa sangat menghambat pekerjaan anda, kadang juga kalo sering di cuci afdruk film bisa rusak akibat terkena gosokan saat anda membersihkan screen. dan harus membuang buang waktu untuk menunggu kering.
Perlu di pahami terlebih dahulu bahwa sablon rubber merupakan sablon yang berbasis air, jadi kita harus menjaga kelembapan pasta sablon agar tidak mengering.
Baca juga: jenis jenis sablon
Apa yang perlu anda tindak jika terjadi mampet? berikut ada beberapa tips yang biasa di lakukan workshop kami dan semoga bisa di aplikasikan di workshop anda.
- Gunakan screen yang sesuai untuk jenis sablon yang akan di gunakan, untuk rubber biasa kita memakai screen T77 dan T61. Baca juga: jenis screen
- Beri off kontak pada screen, agar terdapat renggang jarak antara media screen ke permukaan media kaos, bertujuan agar tidak lengket saat mengangkat screen setelah proses gesut, biasanya di workshop kami menggunakan koin 500an yang di tempet ke 4 sisi samping desain pada kayu screen bagian depan.
- Perhatikan kekentalan pasta sablon, karena bila sudah mengental akan berat saat menggesut dan bisa mengakibatkan pasta sablon menyumbat pada pori pori screen. bila terjadi pngentalan anda bisa mencampurkan binder pada pasta sablon sebelum masuk proses penggesutan.
- Menggunakan teknik FLOOD, setelah memahami semua penjelasan di atas, anda bisa memakai teknik ini tapi harus memperhatikan tekanan gesutan agar tidak meluber, teknik FLOOD itu sendiri merupakan teknik yang menggunakan banyak pasta sablon agar menjaga kelembapannya. dengan menutupi seluruh permukaan cetak akan mengurangi intensitas kering.
- Menggunakan teknik semprot, pada teknik ini kita memahami bahwa rubber itu berbasis air, jadi jangan takut takut untuk mecapurkan air dengan intensitas yang di perlukan, setelah kita melakukan beberapa kali penggesutan saat proses penutupan pasta sablon ke permukaan media cetak, kita bisa menyemprotnya dengan air menggunakan nozzle yang paling halus, agar tidak over dan menyebar rata di atas permukaan pasta sablon, lalu menggesut seperti biasa.
Oiya untuk pasta rubber di workshop kami menggunakan pasta rubber merek matsui.
Sekian penjelasan dari kami semoga bermanfaat.
07 Oktober 2021
FUNGSI STOPER DALAM DUNIA SABLON
Stopper adalah patokan yang membuat posisi sablon menjadi presisi dan memudahkan kita untuk mengatur sablon sparasi, setiap jenis meja memiliki stopper sendiri sendiri begitu pula stopper yang ada pada screen, jadi kita wajib tau stoper seperti apa yang akan di gunakan untuk media meja atau screen kita.
jenis jenis stopper:
Stopper letter L
Stopper jenis L dapat digunakan pada meja rell dan juga untuk papan banting, jenis stopper ini juga harus di lengkapi dengan baut tanam sisi kanan dan kirinya pada screen.
Stopper letter T
Stoper jenis T dapat digunakan pada meja rell dan juga untuk papan banting yanga memiliki stopper meja berbentuk oval, jenis stopper ini juga harus di lengkapi dengan baut tanam sisi kanan dan kirinya pada screen.
Stopper letter U dan O
Stoper jenis ini di peruntungkan pada meja jenis doubble pin atau sering juga di sebut meja thailand. bila menggunakan stopper jenis ini kita tidak memerlukan lagi baut tanam di sisi kanan dan kirinya, hanya setting stopper di sisi atas dan bawahnya sudah cukup.
Kalo di workshop kami menggunakan stopper jenis letter L dan jenis letter U O, karena kami memiliki 2 jenis meja yang kita pakai jenis meja rell dan meja doubble pin. dan menurut saya kombinasi yang paling nyaman saat proses sablon itu menggunakan meja doubble pin dengan setinggan stopper U dan O, karena kita tidak perlu repot untuk menahan atau pun memegangi screen jadi handfeel kita saat menggesut lebih nyaman. Baca juga: jenis meja sablon
PATRUN MAL KAOS
Patrun mal kaos atau biasa di sebut dengan pola kaos merupakan alat bantu untuk memotong pola kain, agar hasil keseluruhan potongan sama mengikuti pola dan ukuran yang di inginkan.
Full set patrun mal terdiri dari:
1. Badan bagian depan
2. Badan bagian belakang
3. lengan pendek kanan - kiri
4. lengan panjang kanan - kiri
5. kerung leher
Biasanya tiap pelaku sablon memiliki ukuran patrun berbeda - beda, di sesuaikan menurut permintaan konsumen atau nyamannya menurut pelaku sablon itu sendiri yang di jadikan standart di workshopnya.
PROSES PISAH WARNA
Proses pisah warna adalah proses memisahkan objek desain berdasarkan warna. proses ini merupakan tahap awal untuk mencetak suatu objek desain grafis, sangat penting untuk pelaku sablon memahami dan belajar tentang proses ini, karena proses pisah warna di butuhkan untuk tahap awal cetak film afdruk.
Pisah warna dapat di aplikasikan dengan banyak cara dan berbagai software. adapun 2 cara yang dapat di lakukan untuk proses ini, mau pilih manual atau secara otomatis tergantung desain itu sendiri cocoknya memakai apa dan lebih maksimal memakai proses yang mana.
Pecah warna manual.
pecah warna secara manual biasanya menggunakan coreldraw atau photoshop dengan mengatur sendiri mulai dari resolusi, brightness, level, kesamaan warna dengan desain, dan memperhatikan detail detail kecil lainnya secara manual.
Pecah warna otomatis.
Pecah warna secara otomatis biasanya menggunakan bantuan software seperti ultigluck, software tersebut memang di buat untuk mempermudah dalam proses pecah warna, jadi kita tidak repot untuk seting desain yang akan kita pisah.
05 Oktober 2021
JENIS JENIS KAIN YANG BIASA DI PAKAI
DALAM DUNIA SABLON
DALAM DUNIA SABLON
Kali ini saya akan membahas jenis kain yang biasa di pakai dan menjadi tolak ukur dalam pemilihan jenis bahan yang biasa di pesan oleh customer di workshop saya beserta penjelasannya.
Cotton Combed
Bahan cotton Combed merupakan bahan yang sangat familiar dalam dunia sablon, karena bahan ini sangat mudah di jumpai dan sering di pakai untuk patokan bahan dalam pemesanan, cotton combed itu sendiri terbuat dari serat kapas murni. Hasil dari serat kapas dari itu sendiri menghasilkan benang yang lembut dan terkesan nyaman saat di pakai.
Combed memiliki 4 macam bahan, yaitu:

- Combed 20s karakter kain kaku dan tebal
- Combed 24s karakter kain ini hampir sama dengan 30s cuma lebih tebal
- Combed 30s karakter kain ini halus dan nyaman
- Combed 40s karakter kain ini cenderung tipis dan jatuh saat di pakai.
karakter carded memiliki sedikit perbedaan dengan combed. Carded mempunyai serat yang tidak sehalus cotton combed, tidak rata, lebih kasar, dan tentunya harga lebih terjangkau. Mengapa diberi nama carded? Karena proses pembuatannya dengan memilah benang dengan cara digaruk atau carding oleh karena itu diberi nama carded. Meskipun tidak selembut combed, carded tidak kalah dalam pemilihan jenis kain yang akan digunakan untuk memilih bahan untuk di sablon.
jenis carded lainnya yang masih nyaman di pakai adalah carded soft yang teksturnya hampir mirip combed 30s tapi hanya cenderung lebih tipis terutama jika memakai warna terang seperti putih, kuning, dan pink.
Cotton Combed Reaktif
Cotton combed reaktif adalah jenis kain berbahan katun dan di peruntungkan untuk jenis pasta sablon discharge atau plascharge. teksture yang di hasilkan hampir sama dengan combed akan tetapi jenis kain reaktif itu sendiri memiliki daya serap tinta yang sangat baik, jadi menjadi pilihan untuk teknik sablon cabut warna.
Cotton Bamboo
Jenis kain ini termasuk yang memiliki kualitas bahan yang sangat nyaman di pakai, karena jenis kain ini bertekstur sangat halus, lebih ringan memberi kesan jatuh dan dingin saat di pakai. untuk jenis bamboo mempunyai keunggulan tidak mudah susut.
Demikian penjelasan dari saya, kalo ada salah atau perbedaan dalam penjelasan di atas itu bisa saja karena setiap workshop memiliki customer/selektifitas memilih bahan berbeda beda jadi pahami menurut kegunanannya.
MESIN PRESS SABLON
Mesin press atau yang biasa di sebut juga heat press machine ini sangat berguna sekali dalam proses akhir tahap sablon, proses press itu sendiri gunanya untuk menghaluskan tekstur sablon dan mematangkan pasta sablon agar tidak mudah pecah / retak.
Biasanya yang perlu bantuan mesin press untuk tahap akhir itu jenis sablon plastisol, rubber, DTF, sublime, polyflex, dan sablon mug.
Baca juga : jenis sablon
Biasanya di workshop kami memakai setelan untuk pengaturan panas untuk sablon plastisol di suhu 160 - 170 dengan tenggang waktu 25 detik agar hasil matang maksimal dan setelan itu tadi bukan jadi patokan ya teman teman itu tergantung bahan yang di gunakan dan di lihat jenis sablonnya juga.
REDUCER PLASTISOL
Reducer merupakan obat pengencer untuk campuran pasta sablon plastisol agar mendapat mengatur kekentalan yang di inginkan, agar tidak berat saat proses penggesutan dan biasanya kalo di workshop kami reducer bisa juga untuk membersihkan cristal film yang biasanya terjadi setelah proses afdruk, dengan membasahi kain dengan reducer dan di gosokkan secara hati hati pada screen agar tidak merusak film yang sudah kita afdruk.
03 Oktober 2021
FUNGSI DAN CARA MEMBERSIHKAN LEM PADA MEJA SABLON
Lem meja / lem sticker merupakan lem perekat untuk dasar papan meja sablon, yang berfungsi untuk merekatkan bahan kaos pada papan sablon. Agar bahan kaos tidak bergerak dan dapat kita tata menjadi rata untuk permukaan media yang akan kita proses, intinya agar media sablon tidak lepas/lari saat proses sablon berlangsung.
Bila media terlepas saat proses sablon bisa bisa hasilnya akan reject, karena media yang terlepas tidak dapat kembali ke posisi awal dan akan menjadi geser hasil sablonnya, maka dari itu kalian harus memperhatikan juga bila mengalami hal seperti itu baiknya kita mengelem ulang tapi harus kita bersihan dulu agar daya rekatnya maksimal.
Untuk membersihkan lem meja/lem sticker itu sendiri kalian bisa menggunakan bensin yang di ratakan di permukaan meja lalu kita kerok /sosrok menggunakan kapi agar lem dapat benar benar lepas merata dari meja, setelah bersih kita tunggu beberapa saat agar bensin yang di serap meja menguap hinggar kering dan saat kering baru kita bisa mengelem ulang.
demikian penjelasan dari saya semoga membantu.
KEGUNAAN M3 DALAM DUNIA SABLON
M3 merupakan cairan yang biasa digunakan sebagai campuran pengencer tinta untuk sablon kertas/setiker, dapat digunakan juga sebagai cairan untuk menghapus sisa obat afdruk dan sisa tinta sablon di screen. Karena sifat M3 seperti minyak dan keras maka bisa digunakan membersihkan screen sablon.
Baca juga: membersihkan screen
Cara menggunakannya cukup mudah namun jangan lupa menjaga kesehatan maka saya sendiri menggunakan masker agar uap M3 tidak langsung terhirup ke paru paru dan menggunakan sikat gosok yang ada gagangnya biasanya untuk menyikat lantai agar tidak merusak kulit, biasanya tangan bisa terkelupas kalo setelah melakukan proses pembersihan screen. Cara pengaplikasian M3 ini cukup mudah caranya tutup bagian dalam M3 kita beri lobang kecil lalu kita kocorkan merata di permukaan screen dengan M3 setelah itu gosok dengan kain dengan dua sisi, lakukam berulang kali hingga bersih
Dan di workshop kami sendiri biasanya menggunakan M3 atau M3 super merek sunrise karena mudah untuk di dapat, mungkin tiap screenprinter menggunakan produk dengan merek yang berbeda beda, tinggal beli saja beberapa merek setelah itu tinggal pilih nyamannya mau pakai merek apa
02 Oktober 2021
TAHAP - TAHAP PROSES SABLON MANUAL
Proses sablon manual step by step di workshop kami
saya jelaskan secara singkat biar semua bisa mengikuti
Proses Desain dan Pecah Warna
Jadi tahap awal kita harus menyiapkan desain yang akan kita cetak, biasanya berupa file mentah yang sudah di pecah warna dan di beri register untuk memudahkan kita menyatukan lembar master berdasarkan warna, saya menggunakan coreldraw, photoshop dan ultigluck.
Baca juga : jenis sablon
Baca juga : pisah warna
Proses Afdruk
Pada step ini kalian harus menyiapkan screen yang akan di pakai dan mengolesinya dengan obat afdruk yaitu campuran emulsion dan sensitizer, setelah semua tercampur tuangkan pada qoater dan oleskan pada media screen, biasanya saya 2x oles untuk vector dan 1x oles untuk raster/sparasi, tunggu hingga kering atau kita bisa memakai blower atau hairdryer untuk mempercepat mengeraskan obat afdruk dan pada proses ini usahakan di tempat yang minim cahaya ataupun gelap malah lebih bagus.
Setelah kering kita tinggalkan dulu dan kita menyiapkan lembaran cetak yang sudah di pisah warna dan lapisi dengan minyak goreng bisa solar bila anda menggunakan kertas HVS, bila anda mencetak master dengan polyfilm atau di kertas kalkir anda bisa langsung mengaplikasikannya.
Susun master desain pada posisi yang di inginkan (gambar keseluruhan yang sudah di beri register atau tanda) lalu kertas hasil pecah warna yang sudah kita olesi tadi kita posisikan ke register master dan beri solasi terbalik agar ketras yang sudah kita oles tadi dapat menempel di screen yang sudah kita beri obat tadi, setelah itu proses film di meja afdruk biasanya saya 5menit, begitu seterusnya hingga semua tercetak pada screen menurut hasil pecah warna.
Setelah 5menit angkat screen dan lepas kertas yang menempel lalu kita basahi, jika sudah semprot bagian yang bebayang membentuk desain hasil kita afdruk tadi dan perhatikan desain master biar tisak ada bagian yang belum tersemprot, begitu seterusnya hingga semua warna sudah kita cetak pada screen.
Baca juga : meja afduk
Baca juga : obat afdruk
Baca juga : coater
Proses Sablon
Siapkan kaos atau kain pada meja sablon dan kita sudah siap untuk proses sablon berdasarkan urutan warna yang sudah di setting sebelumnya, siapkan screen yang sudah kita afdruk tadi dan siapkan pasta sablon berdasarkan warna di desain tersebut.
Sablon manualScreen kita taruh di atas media kaos yang sudah kita atur pada meja, oleskan pasta sablon pada screen berdasarkan warna dan kita sudah bisa menggesutnya agar cet yang sudah kita oles tadi bisa turun ke media kaos, begitu seterusnya hingga semua warna menjadi satu desain seperti pada gambaran desain awal kita.
Baca juga : screen
Baca juga : meja sablon
Baca juga : rakel
Proses Pengeringan
Setelah proses sablon kita harus mengeringkannya agar cat matang sempurna bisa menggunakan heatgun/hotgun dan curing dan setelah cet kering kita sudah bisa melepas kaos dari tatakan meja sablon.
Baca juga : heatgun
Proses Press
sablon manualSesudah kaos di lepas, untuk memperkuat hasil sablon agar maksimal kita press hasil sablon yang tadi dan kita lapisi dengan kertas roti untuk hasil soft atau bisa juga menggunakan plastik astralon jika kita ingin hasil sablon glossy tergantung pada kebutuhan permintaan, lalu kita press di suhu 160-170 selama 25 detik agar menghasilkan tektur halus dan tidak retak saat di tarik.
PENJELASAN MEJA AFDRUK DAN FUNGSINYA
Proses afdruk screen adalah sebuah proses photokimia, artinya sebuah proses kimiawi dari bahan yang bersifat peka cahaya. Dengan menggunakan obat afdruk yang bersifat peka cahaya, maka kita akan bisa menghasilkan efek stencil, yaitu lubang bergambar. Melalui lubang bergambar inilah tinta akan turun dan tercetak diatas bahan.
Proses penyinaran screen pada afdruk film sablon, ada 2 cara, yaitu penyinaran dengan bantuan sinar matahari dan sinar lampu.
Meja Afdruk merupakan meja dengan lampu yang dirangkai khusus untuk proses ekspose atau penyinaran screen. Lampu yang digunakan biasanya lampu neon TL bisa juga lampu pijar biasa.
Dan fungsi utama Meja Afdruk itu sebagai alat untuk afdruk screen sablon atau fungsi lainnya adalah untuk melakukan cek film setelah kita cetak dan melakukan perbaikan atas hasil cetak atau print film jika ada masalah.
Selain itu, Meja Afdruk juga digunakan untuk proses penyinaran dan membuat pola pada screen. Umumnya bagian bawah meja akan ada lampu yang terang dan memberikan efek panas. Proses ini umumnya tidak lama dan bisa dilakukan di dalam ruangan. Setelah diberi penyinaran selama beberapa saat akan muncul pola tertentu yang nantinya akan digunakan untuk proses cetak. Setelah pola muncul, permukaan screen harus disemprot dengan air agar bagian yang tidak dibutuhkan bisa mengelupas.








