Blog resurrection screenprinting akan membahas tentang dunia sablon, mulai proses sablon, alat alat sablon, fungsi dan kegunannya.
Tampilkan postingan dengan label teknik sablon. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label teknik sablon. Tampilkan semua postingan
15 Oktober 2021
TEKNIK SABLON HIGH DENSITY
Teknik sablon High Density ini merupakan teknik sablon yang di gesut secara berkala sampai menghasilkan tingkat kepadatan yang sangat tinggi hingga memberi efek timbul pada hasil sablon tersebut.
Pada umumya teknik sablon ini hampir sama dengan cara pengerjaan teknik sablon lainnya. yang membedakan hanya teknik gesut dan ketebalan hasil film afdruk. saat mengoles obat afdruk kita gunakan di sisi yang tumpul pada coater agar yang di hasilkan lebih tebal. kita juga bisa menambahakan off kontak pada screen secara berkala menggunakan coin agar jarak antara screen pada permukaan sablon tetap ada saat penggesutan. Dan untuk penggesutan itu sendiri tahap awal tetap sama pada proses sablon umumnya sebagai dasar, setelah itu kita mulai memberikan efek timbul pada sablon dengan menaikan off kontak dan kita ubah tekanan gesut kita menjadi lebih ringan yang fungsinya untuk menjaga agar sablon tetap naik dan tidak ambles, lakukan proses tersebut secara berulang hingga mendapat ketebalan yang di inginkan.
Perhatikan juga saat proses pengeringan agar sablon dapat tertumpuk dengan baik, pengeringan yang sempurna akan membuat hasil tekstur sablon tetap halus, jika ada bagian yang tidak kering biasanya akan berdampak pada proses gesut setelahnya. Dan jangan lupa juga perhatikan kebersihan screen, biasanya setelah beberapa kali gesut akan ada bleberan pada sisi samping cetak maka dari itu kita harus memperhatikannya juga agar yang di hasilkan dapat memiliki bagian tepi yang tajam seperti pada media cetak.
11 Oktober 2021
CARA GESUT SABLON
Kali ini saya akan menjelaskan cara gesut sablon yang biasa di terapkan pada studio kami, mungkin cara gesut tiap operator sablon berbeda biasanya sejak awal belajar dengan cara seperti apa lalu di terapkan pada saat menyablon dan menjadi kebiasaan atau perbedaan media yang akan di gunakan juga bisa mempengaruhi.
Perlu kita ketahui teknik gesut mempunyai 2 cara gesut tarik dan gesut dorong. perbedaan di antara keduanyapun hampir sama akan tetapi kita harus memperhatikan media yang akan kita pakai cocok menggunakan teknik yang mana.
Di studio kami menggunakan 3 jenis meja:
- meja rell
- meja thailand (doubble pin)
- meja single portable
Saat menggunakan meja rell atau menggunakan meja thailand (doubble pin) saya menggunakan teknik dorong dan menggunakan rakel jenis papak/kotak, mengapa saya menggunakan teknik dorong? menurut saya lebih terasa handfeelnya dan tidak terasa berat saat menggesut. dan kita menggunakan teknik tarik hanya untuk menutup permukaan media cetak dengan tekanan ringan.
Dan saat saya menggunakan meja single portable saya lebih nyaman menggunakan teknik tarik karena menggunakan rakel lancip, soalnya meja ini hanya saya pergunakan untuk memproduksi sovenir. Baca juga
Mengapa berbeda teknik? apa saja faktornya?
Rakel
rakel mempunyai 2 jenis yang sering di gunakan yaitu rakel papak (kotak) dan rakel lancip, rakel kotak mempunya hasil yang tipis dan detail, sedangkan rakel lancip lebih solid hasilnya. Baca juga
Screen
Gunakan screen yang sesuai dengan media yang akan kita proses, kalo desain blok kita bisa menggunakan T77 dan bila kita menggunakan teknik ruster gunakan screen T120. Baca juga
Pasta Sablon
Perhatikan kekentalan tinta yang akan kita gunakan agar tidak terjadi melebernya tinta pada media gesut kita. Baca juga
Off Kontak
Pemberian off kontak perlu juga agar tidak terjadi miss saat screen di angkat yang dan hasil jadi lebih rapi.
Setelah memahami beberapa faktor di atas kita tinggal memperhatikan tekanan dan tingkat kemiringan rakel saat menyablon. Untuk menemukan tekanan yang pas sebaiknya kita melakukan profing terlebih dahulu agar menemukan handfeel dan kemudahan saat proses sablon dengan hasil yang di inginkan. Untuk tingkat kemiringan rakel sebaiknya di kisaran 80 - 70derajat dan jangan terlalu landai agar tidak terjadi over dan menimbulkan mbleber.
